Menghilangkan Kekhawatiran

Orang bilang, jangan berlayar jika tak berani dihantam badai. Jangan pula memulai sebuah hubungan jika tidak ingin sakit hati suatu saat nanti. Barangkali perkataan inilah yang selama bertahun-tahun membuat saya tidak berani berkomitmen dan cenderung menjauh dari para lelaki yang berusaha mendekati saya untuk menjalin sebuah hubungan yang sifatnya lebih dari sekedar pertemanan.

Karena khawatir, seorang teman pernah sampai menyarankan agar saya berkonsultasi dengan psikolog. Katanya saya membutuhkan pertolongan ahli, sebab besar kemungkinan ketakutan saya menjalin hubungan berasal dari ketidakinginan saya untuk berakhir seperti ibu saya yang semasa hidupnya menikah sampai lima kali.

Tapi beberapa psikolog yang sudah pernah saya datangi sejauh ini nyatanya tidak banyak membantu. Saya masih canggung, masih gugup dan masih enggan berdekatan dengan lawan jenis yang sudah jelas-jelas memiliki niat berbau romansa. Dulu kondisi ini saya acuhkan saja, sebab saya merasa nyaman dengan kesendirian yang sudah sekian lama saya rasakan. Namun lama-kelamaan saya berpikir, akan jadi apa masa tua saya nanti jika sampai berusia kepala tiga saya masih belum juga berumah tangga, apalagi memiliki keturunan.

Kemudian sebagai jalan alternatif saya memilih untuk berkonsultasi dengan seorang konsultan spiritual yang sebelumnya pernah menolong saudara saya ketika tengah mengalami permasalahan rumah tangga. Nama konsultan spiritual tersebut adalah Kang Masrukhan. Selain merupakan ahli di bidang spiritual dan supranatural, Kang Masrukhan juga memimpin Asosiasi Parapsikologi Nusantara yang didirikannya untuk mengkaji beragam fenomena spiritual baik dari sudut pandang tradisional maupun modern.

Saran dari Kang Masrukhan, baiknya saya mulai menggunakan Mani Gajah yang salah satu manfaatnya antara lain untuk meningkatkan kepercayaan diri dan menghilangkan rasa was-was atau rasa takut disakiti. Hasilnya jauh dari kata mengecewakan. Hanya dalam hitungan beberapa hari saja saya sudah merasa menjadi orang yang berbeda, merasa seperti terlahir kembali dengan keberanian untuk menjalani hidup sebagaimana mestinya.

Kini, kurang lebih dua bulan sejak saya menggunakan Mani Gajah, saya telah bertunangan dengan seorang lelaki sholeh yang sudah dua tahun mengharapkan kesediaan saya untuk mendampinginya di pelaminan. Alhamdulillah…

Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi motivasi bagi orang-orang di luar sana yang barangkali tengah mengalami kondisi serupa. Amin.

 

Kirana Wahyuningtyas – Ambarawa