Menghadapi Watak Keras Atasan

Siapapun pasti tidak ingin memiliki atasan yang galak bukan main, termasuk saya sendiri. Tapi seorang karyawan memang seringkali dihadapkan dengan kenyataan bahwa atasannya luar biasa menyebalkan. Tidak jarang atasan saya yang baru mengamuk tanpa alasan, menuduh ini-itu dan bahkan sampai melemparkan alat-alat kantor kepada saya.

Tidak tahan dengan perlakuan seperti ini, saya berusaha mencari jalan agar bisa tetap betah di kantor tanpa harus kehilangan pekerjaan yang saya dapatkan dengan susah payah. Setelah melalui sederet pertimbangan, akhirnya saya memilih untuk meminta bantuan pada seorang ahli spiritual yang direkomendasikan oleh seorang rekan kerja.

Ahli spiritual yang saya mintai bantuan tersebut dikenal dengan nama Kang Masrukhan. Beliau merupakan seorang konsultan spiritual muda yang telah cukup dikenal di kota Kudus, Jawa Tengah. Mengingat padatnya jadwal kerja yang tidak memberi kesempatan bagi saya untuk mengunjungi Kang Masrukhan secara langsung, saya kemudian memilih untuk berkonsultasi lewat telepon. Alhamdulillah, lewat konsultasi  singkat ini saya mendapatkan saran untuk menggunakan sebuah solusi spiritual yang sangat ampuh,  yaitu Mani Gajah.

Perubahan yang saya lihat tentu saja tidak terjadi dengan instan seperti sihir. Sifat keras kepala yang dimiliki atasan saya mulai berkurang sejak memasuki minggu ketiga. Selepas minggu ketiga tersebut laporan kerja saya tidak pernah lagi dirobek-robek, stapler tak pernah dilempar seperti piring terbang dan  saya pun tidak pernah lagi mendapat teguran keras akibat hal-hal yang sepele.

Bahkan sedikit demi sedikit atasan saya mulai terbuka sifat baiknya, mau menyantroni anak-anak buahnya dan bahkan mulai bersedia menerima masukan dari kami. Sesekali saya diajaknya pula makan di luar bersama keluarga, sebab bisa dikatakan memang sayalah karyawan yang paling dekat dengan bos saya tersebut.

Karenanya lewat testimoni ini saya ingin menyampaikan terima kasih pada Kang Masrukhan yang telah sukses membantu saya dengan solusi unik nan berbeda. Terima kasih, Kang!

 

Lidya V. – Jakarta